Di tengah era digital yang serba cepat, kemudahan akses informasi dan layanan menjadi kebutuhan primer masyarakat. Fenomena penyaluran bantuan sosial (bansos) secara daring melalui perangkat seluler telah mengubah lanskap distribusi bantuan pemerintah, menawarkan efisiensi sekaligus tantangan baru. Bagaimana sebenarnya mekanisme bansos online lewat HP ini bekerja, siapa saja yang berhak menerima, dan apa saja langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk mengaksesnya? Pertanyaan-pertanyaan ini kerap muncul di benak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan pemerintah.
Proses digitalisasi ini tidak hanya mempercepat penyaluran, tetapi juga meminimalisir praktik-praktik yang tidak transparan, meskipun potensi kendala teknis dan kesenjangan digital tetap menjadi perhatian. Pemerintah terus berupaya menyempurnakan sistem agar bantuan tepat sasaran dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas. Inovasi ini menjadi jembatan penting antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
Untuk memahami lebih dalam mengenai seluk-beluk bansos online lewat HP, mulai dari syarat, prosedur pendaftaran, hingga tips menghindari penipuan, simak penjelasan lengkap dari Hepicar.co.id.
Memahami Bansos Online Lewat HP: Definisi dan Urgensi
Bansos online lewat HP merujuk pada seluruh proses pendaftaran, verifikasi, hingga pencairan bantuan sosial yang dapat diakses dan dilakukan melalui perangkat telepon seluler pintar. Konsep ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan akan efisiensi dan transparansi dalam penyaluran bantuan, terutama setelah pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas fisik. Tujuannya adalah mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat.
Urgensi digitalisasi bansos ini tidak hanya terletak pada kemudahan akses, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk meminimalisir potensi penyelewengan. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat melakukan validasi silang secara lebih akurat, memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak. Hal ini juga membantu mengurangi antrean panjang dan kerumunan di kantor-kantor penyalur bantuan.
Transformasi Digital dalam Penyaluran Bantuan
Transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial merupakan keniscayaan di era modern. Sebelumnya, proses pendaftaran dan verifikasi seringkali melibatkan berkas fisik dan tatap muka, yang rentan terhadap birokrasi berbelit dan potensi kesalahan data. Sistem bansos online lewat HP menawarkan solusi yang lebih praktis dan akuntabel.
Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga telah mengembangkan aplikasi serta platform digital untuk memfasilitasi proses ini. Misalnya, aplikasi Cek Bansos yang dikelola oleh Kementerian Sosial menjadi salah satu instrumen utama. Inovasi ini memungkinkan masyarakat untuk mendaftar, memeriksa status bantuan, dan melaporkan keluhan hanya dengan beberapa ketukan jari.
Jenis-Jenis Bansos yang Dapat Diakses Secara Online
Pemerintah Indonesia menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat rentan. Sebagian besar program ini kini telah terintegrasi dengan sistem online, memungkinkan akses melalui perangkat seluler. Pemahaman tentang jenis-jenis bansos ini penting agar masyarakat dapat mengidentifikasi program yang relevan dengan kondisi mereka.
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah dua program utama yang paling banyak diakses secara daring. Selain itu, ada juga bantuan lain seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) yang sempat digulirkan, serta program-program khusus lainnya yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pada waktu tertentu. Setiap program memiliki kriteria penerima dan besaran bantuan yang berbeda.
Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga miskin. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Besaran bantuan bervariasi tergantung komponen keluarga, seperti ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas berat, dan lanjut usia.
| Komponen PKH | Besaran Bantuan per Tahun (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|
| Ibu Hamil/Nifas | 3.000.000 | Maksimal kehamilan kedua |
| Anak Usia Dini (0-6 tahun) | 3.000.000 | Maksimal dua anak |
| Anak Sekolah SD | 900.000 | Maksimal satu anak |
| Anak Sekolah SMP | 1.500.000 | Maksimal satu anak |
| Anak Sekolah SMA | 2.000.000 | Maksimal satu anak |
| Penyandang Disabilitas Berat | 2.400.000 | Maksimal satu orang |
| Lanjut Usia (70 tahun ke atas) | 2.400.000 | Maksimal satu orang |
Pencairan PKH dilakukan secara bertahap dalam empat termin sepanjang tahun. KPM wajib memenuhi komitmen, seperti memeriksakan kesehatan ibu hamil/balita dan menyekolahkan anak-anaknya. Jika komitmen tidak terpenuhi, bantuan dapat ditangguhkan atau dihentikan.
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
BPNT, atau dikenal juga sebagai Kartu Sembako, adalah program bantuan sosial pangan yang disalurkan dalam bentuk non-tunai. Penerima bantuan akan mendapatkan saldo setiap bulan yang dapat dibelanjakan untuk membeli bahan pangan pokok di e-warong atau agen yang bekerja sama. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban pengeluaran pangan KPM.
Besaran bantuan BPNT saat ini adalah Rp200.000 per bulan per KPM. Dana ini tidak dapat ditarik tunai, melainkan hanya dapat digunakan untuk membeli komoditas pangan seperti beras, telur, daging, sayur, dan buah. Program ini dirancang untuk memastikan kecukupan gizi keluarga penerima manfaat.
Syarat dan Kriteria Penerima Bansos Online
Untuk dapat mengakses bansos online, ada serangkaian syarat dan kriteria yang harus dipenuhi oleh calon penerima. Persyaratan ini ditetapkan oleh pemerintah untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan dan sesuai dengan tujuan program. Pemahaman yang jelas tentang kriteria ini sangat penting sebelum melakukan pendaftaran.
Secara umum, kriteria utama adalah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. DTKS merupakan basis data tunggal yang berisi informasi sosial ekonomi rumah tangga di Indonesia. Selain itu, ada kriteria spesifik lainnya yang bervariasi antar program bansos.
Kriteria Umum Penerima Bansos
- Warga Negara Indonesia (WNI): Calon penerima harus merupakan WNI yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang sah.
- Terdaftar di DTKS: Ini adalah syarat mutlak untuk sebagian besar program bansos. Jika belum terdaftar, masyarakat dapat mengajukan diri untuk masuk DTKS.
- Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, atau Polri: Individu yang berprofesi sebagai ASN, anggota TNI, atau Polri tidak memenuhi syarat sebagai penerima bansos.
- Bukan karyawan BUMN/BUMD: Karyawan di perusahaan milik negara atau daerah juga tidak termasuk dalam kriteria penerima.
- Tidak memiliki penghasilan di atas UMP/UMK: Kriteria ini memastikan bantuan disalurkan kepada masyarakat dengan tingkat pendapatan rendah.
- Kriteria khusus program: Setiap program bansos memiliki kriteria tambahan, misalnya untuk PKH ada komponen ibu hamil, anak sekolah, lansia, atau disabilitas.
Cara Mendaftar dan Memperbarui Data di DTKS
Masyarakat yang merasa layak menerima bansos namun belum terdaftar di DTKS dapat mengajukan diri. Proses ini dapat dilakukan secara offline maupun online.
-
Pengajuan Offline:
- Datang ke kantor desa/kelurahan dengan membawa KTP dan KK.
- Sampaikan maksud untuk mendaftar DTKS.
- Petugas akan melakukan musyawarah kelurahan/desa (musdes/muskel) untuk verifikasi awal.
- Hasil musdes/muskel akan diajukan ke dinas sosial kabupaten/kota.
- Dinas sosial akan melakukan verifikasi dan validasi data.
- Jika memenuhi syarat, data akan diusulkan ke Kementerian Sosial untuk dimasukkan ke DTKS.
-
Pengajuan Online (Melalui Aplikasi Cek Bansos):
- Unduh aplikasi "Cek Bansos" dari Google Play Store atau App Store.
- Buat akun baru dengan mengisi data diri lengkap (KTP, KK, email, nomor HP).
- Setelah berhasil login, pilih menu "Daftar Usulan".
- Pilih "Tambah Usulan" dan masukkan data diri serta data anggota keluarga yang akan diusulkan.
- Pilih jenis bansos yang diusulkan.
- Unggah foto KTP dan foto rumah tampak depan.
- Data akan diverifikasi oleh sistem dan petugas lapangan.
Penting untuk selalu memastikan data di DTKS akurat dan terbaru. Jika ada perubahan data keluarga (misalnya kelahiran, kematian, atau pindah alamat), segera laporkan ke pihak desa/kelurahan atau melalui aplikasi Cek Bansos agar tidak menghambat proses penyaluran bantuan.
Langkah-Langkah Cek Bansos Online Lewat HP
Setelah memenuhi syarat dan terdaftar di DTKS, langkah selanjutnya adalah memeriksa status penerimaan bansos. Proses ini sangat mudah dilakukan melalui HP, memastikan transparansi dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Ada beberapa metode yang dapat digunakan, mulai dari aplikasi hingga situs web resmi.
Memeriksa status bansos secara berkala penting untuk mengetahui apakah nama sudah terdaftar sebagai penerima dan kapan jadwal pencairan bantuan. Hal ini juga membantu masyarakat untuk mengantisipasi jika ada masalah atau penundaan dalam penyaluran.
Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Kemensos
Aplikasi Cek Bansos yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial adalah cara paling praktis untuk memeriksa status bansos.
- Unduh Aplikasi: Cari "Cek Bansos" di Google Play Store (untuk Android) atau App Store (untuk iOS) dan unduh aplikasi tersebut.
- Registrasi/Login: Jika belum punya akun, lakukan registrasi dengan mengisi data diri (NIK KTP, KK, nama lengkap, alamat email, nomor HP). Jika sudah punya, langsung login.
- Akses Menu Cek Bansos: Setelah login, pilih menu "Cek Bansos" atau "Daftar Penerima Bantuan".
- Isi Data Pencarian: Masukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan sesuai KTP.
- Masukkan Nama Lengkap: Ketik nama lengkap sesuai KTP.
- Kode Captcha: Masukkan kode captcha yang muncul untuk verifikasi.
- Cari Data: Klik tombol "Cari Data".
- Lihat Hasil: Sistem akan menampilkan informasi apakah nama terdaftar sebagai penerima bansos (PKH, BPNT, atau BST jika masih ada) beserta status dan periode pencairan.
Melalui Situs Web Resmi Kemensos
Selain aplikasi, masyarakat juga dapat mengecek status bansos melalui situs web resmi Kementerian Sosial.
- Akses Situs: Buka browser di HP dan kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih Wilayah: Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan dari daftar yang tersedia.
- Masukkan Nama Lengkap: Ketik nama lengkap sesuai KTP.
- Masukkan Kode Captcha: Masukkan kode yang tertera di kotak captcha.
- Cari Data: Klik tombol "Cari Data".
- Lihat Hasil: Informasi mengenai status penerimaan bansos akan ditampilkan.
Penting untuk selalu memastikan koneksi internet stabil saat melakukan pengecekan. Jika ada kendala, coba ulangi beberapa saat kemudian atau hubungi layanan pengaduan.
Proses Pencairan dan Pengambilan Bansos
Setelah nama terdaftar sebagai penerima dan status bansos sudah aktif, langkah selanjutnya adalah proses pencairan dan pengambilan bantuan. Mekanisme pencairan bansos online lewat HP umumnya melibatkan transfer dana ke rekening bank atau pengambilan tunai melalui agen penyalur. Pemahaman mengenai proses ini penting agar penerima dapat mengambil haknya dengan lancar.
Pemerintah terus berupaya memperluas jaringan penyaluran agar lebih mudah dijangkau, terutama bagi masyarakat di daerah pelosok. Koordinasi antara bank penyalur, PT Pos Indonesia, dan agen-agen lokal menjadi kunci keberhasilan proses ini.
Pencairan Melalui Rekening Bank Himbara
Banyak program bansos, terutama PKH dan BPNT, disalurkan melalui rekening bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.
- Kartu KKS: Penerima akan mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berfungsi sebagai kartu debit. KKS ini diterbitkan oleh bank penyalur.
- Pencairan PKH: Dana PKH akan langsung masuk ke rekening KKS secara bertahap. Penerima dapat menarik tunai melalui ATM bank Himbara atau agen bank yang bekerja sama.
- Pencairan BPNT: Saldo BPNT juga masuk ke KKS, namun hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau agen yang telah ditunjuk. Dana ini tidak bisa ditarik tunai.
- Jadwal Pencairan: Jadwal pencairan biasanya diinformasikan melalui pengumuman resmi atau dapat dicek melalui aplikasi Cek Bansos.
Pengambilan Melalui PT Pos Indonesia atau Agen Lain
Untuk beberapa kasus atau program bansos tertentu, terutama bagi penerima yang tidak memiliki akses ke bank atau tinggal di daerah terpencil, pencairan dapat dilakukan melalui PT Pos Indonesia atau agen penyalur lainnya.
- Surat Undangan: Penerima akan menerima surat undangan dari PT Pos Indonesia atau pihak penyalur lainnya yang berisi informasi jadwal dan lokasi pengambilan.
- Dokumen Wajib: Saat pengambilan, penerima wajib membawa KTP asli, Kartu Keluarga asli, dan surat undangan.
- Verifikasi: Petugas akan melakukan verifikasi data dan biometrik (sidik jari) untuk memastikan identitas penerima.
- Pencairan Tunai: Setelah verifikasi berhasil, bantuan akan diserahkan secara tunai.
| Metode Pencairan | Keterangan | Dokumen Utama |
|---|---|---|
| Rekening Bank Himbara (KKS) | Penarikan tunai via ATM/agen (PKH) atau belanja di e-warong (BPNT) | KKS, KTP, KK |
| PT Pos Indonesia/Agen | Pengambilan tunai di loket Pos/agen sesuai jadwal | Surat Undangan, KTP, KK |
Selalu berhati-hati dan jangan mudah percaya pada pihak yang menawarkan bantuan pencairan dengan imbalan. Proses pengambilan bansos tidak dipungut biaya apapun.
Waspada Penipuan dan Kontak Layanan
Kemudahan akses bansos online lewat HP juga diiringi dengan potensi risiko penipuan. Oknum tidak bertanggung jawab seringkali memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk melancarkan aksinya. Oleh karena itu, kewaspadaan adalah kunci. Pemerintah dan lembaga terkait terus mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memverifikasi informasi yang diterima.
Penting untuk mengetahui saluran resmi pengaduan dan informasi agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan. Jangan pernah memberikan data pribadi sensitif kepada pihak yang tidak dikenal atau tidak berwenang.
Modus Penipuan Bansos yang Umum
- Pesan Singkat/WhatsApp Palsu: Modus ini seringkali berupa pesan yang mengklaim sebagai petugas bansos dan meminta data pribadi (NIK, nomor rekening, PIN ATM) dengan dalih verifikasi atau pencairan dana.
- Link Phishing: Oknum mengirimkan link palsu yang menyerupai situs resmi pemerintah. Ketika diakses, link tersebut akan meminta data pribadi atau bahkan menginstal malware.
- Pungutan Liar (Pungli): Ada pihak yang meminta sejumlah uang dengan janji akan memasukkan nama ke daftar penerima bansos atau mempercepat pencairan. Perlu diingat, semua proses bansos tidak dipungut biaya.
- Penawaran Bantuan di Media Sosial: Akun palsu di media sosial seringkali menawarkan bantuan dengan syarat transfer uang terlebih dahulu.
Cara Menghindari Penipuan dan Melaporkan
- Verifikasi Informasi: Selalu verifikasi setiap informasi yang diterima mengenai bansos melalui saluran resmi (aplikasi Cek Bansos, situs Kemensos, atau kantor desa/kelurahan).
- Jangan Berikan Data Pribadi Sensitif: NIK, nomor rekening, PIN ATM, atau OTP adalah data rahasia. Jangan pernah memberikannya kepada siapapun, termasuk yang mengaku petugas.
- Abaikan Pesan Mencurigakan: Hapus pesan singkat atau email yang mencurigakan, terutama yang berisi link atau meminta data pribadi.
- Laporkan Pungutan Liar: Jika ada oknum yang meminta uang untuk proses bansos, segera laporkan ke pihak berwenang.
Kontak Layanan dan Pengaduan Resmi
Jika memiliki pertanyaan, keluhan, atau ingin melaporkan indikasi penipuan, masyarakat dapat menghubungi saluran resmi berikut:
- Call Center Kementerian Sosial RI: 1500299
- WhatsApp Kementerian Sosial RI: 08111022210 (khusus pesan teks)
- Situs Pengaduan Online: lapor.go.id
- Dinas Sosial Kabupaten/Kota: Kunjungi kantor dinas sosial setempat untuk pengaduan langsung.
- Kantor Desa/Kelurahan: Pihak desa/kelurahan juga dapat membantu memfasilitasi pengaduan dan memberikan informasi.
Penting untuk menyimpan bukti-bukti seperti tangkapan layar pesan atau nomor telepon pelaku jika ingin melaporkan penipuan.
Dampak dan Tantangan Bansos Online
Implementasi bansos online lewat HP membawa dampak signifikan bagi masyarakat dan pemerintah, baik dari sisi positif maupun tantangan yang perlu diatasi. Digitalisasi ini merupakan langkah maju dalam modernisasi pelayanan publik, namun juga menyoroti kesenjangan digital yang masih ada.
Dampak positifnya meliputi peningkatan efisiensi, akuntabilitas, dan jangkauan layanan. Namun, tantangan seperti literasi digital, akses internet, dan keamanan data tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk memastikan program ini berjalan optimal dan inklusif.
Dampak Positif Digitalisasi Bansos
- Efisiensi Penyaluran: Proses verifikasi dan pencairan menjadi lebih cepat, mengurangi birokrasi dan antrean.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Data yang terintegrasi memungkinkan pemerintah memantau penyaluran dengan lebih baik, mengurangi potensi penyelewengan.
- Kemudahan Akses: Masyarakat dapat mengecek status dan mengajukan usulan bantuan kapan saja dan di mana saja melalui HP.
- Tepat Sasaran: Dengan sistem data yang lebih akurat (DTKS), potensi bantuan salah sasaran dapat diminimalisir.
- Pengurangan Biaya Operasional: Digitalisasi dapat mengurangi biaya administrasi dan distribusi yang sebelumnya melibatkan banyak sumber daya fisik.
Tantangan yang Harus Diatasi
- Kesenjangan Digital: Tidak semua masyarakat, terutama di daerah terpencil atau lansia, memiliki akses ke HP pintar atau internet, serta literasi digital yang memadai.
- Ketersediaan Jaringan Internet: Jaringan internet yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia menjadi hambatan utama bagi akses bansos online.
- Keamanan Data: Potensi kebocoran data pribadi atau serangan siber selalu menjadi ancaman yang harus diantisipasi dan diatasi dengan sistem keamanan yang kuat.
- Literasi Digital Masyarakat: Masih banyak masyarakat yang belum familiar dengan penggunaan aplikasi atau situs web, sehingga membutuhkan pendampingan.
- Pemeliharaan Sistem: Sistem digital memerlukan pemeliharaan rutin dan pengembangan berkelanjutan untuk mengatasi bug atau peningkatan fitur.
- Verifikasi Lapangan: Meskipun data digital, verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kebenaran data dan kondisi riil penerima.
Pemerintah perlu terus berinvestasi dalam infrastruktur digital, program literasi digital, dan sistem keamanan data. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan lembaga swadaya masyarakat, juga penting untuk menjangkau masyarakat yang paling rentan.
Penutup
Inovasi bansos online lewat HP merupakan terobosan penting dalam upaya pemerintah mewujudkan pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan inklusif. Dengan kemudahan akses melalui perangkat seluler, masyarakat kini memiliki jalur yang lebih mudah untuk mendaftar, memeriksa status, dan menerima bantuan sosial yang menjadi hak mereka. Meskipun demikian, perjalanan digitalisasi ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan digital hingga potensi penipuan.
Oleh karena itu, peran aktif masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan kewaspadaan terhadap modus penipuan menjadi sangat krusial. Pemerintah juga diharapkan terus menyempurnakan sistem, memperluas jangkauan infrastruktur, serta menyediakan layanan pengaduan yang responsif. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, program bansos online dapat benar-benar menjadi jembatan kesejahteraan yang efektif dan merata. Perlu diingat bahwa informasi mengenai program bansos dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah, sehingga selalu penting untuk merujuk pada sumber resmi terbaru.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu DTKS dan mengapa penting untuk bansos online?
DTKS adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, sebuah basis data tunggal yang berisi informasi sosial ekonomi rumah tangga di Indonesia. Penting karena menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan kelayakan penerima berbagai program bansos, termasuk yang diakses secara online.
Apakah saya bisa mendaftar bansos online jika tidak punya HP pintar?
Tidak secara langsung melalui aplikasi. Namun, Anda tetap bisa mengajukan usulan ke DTKS melalui kantor desa/kelurahan. Setelah terdaftar di DTKS, Anda bisa meminta bantuan kerabat atau petugas desa untuk mengecek status bansos menggunakan HP mereka.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan setelah mendaftar DTKS sampai nama muncul sebagai penerima bansos?
Proses dari pendaftaran DTKS hingga nama muncul sebagai penerima bansos bisa bervariasi. Setelah musdes/muskel dan verifikasi oleh dinas sosial, data diusulkan ke Kemensos. Proses penetapan dan penyaluran membutuhkan waktu, bisa beberapa minggu hingga bulan, tergantung siklus program dan validasi data.
Apa yang harus dilakukan jika data bansos saya tidak akurat atau ada kesalahan?
Jika ada ketidaksesuaian data, segera laporkan ke kantor desa/kelurahan terdekat atau melalui fitur "Sanggah" di aplikasi Cek Bansos. Sediakan dokumen pendukung seperti KTP dan KK untuk mempercepat proses perbaikan data.
Bisakah bansos yang sudah cair di KKS ditarik tunai semuanya?
Untuk PKH, dana bisa ditarik tunai melalui ATM atau agen bank. Namun, untuk BPNT (Kartu Sembako), saldo hanya bisa digunakan untuk berbelanja bahan pangan di e-warong atau agen yang bekerja sama, tidak bisa ditarik tunai.