Simpan Rp50 juta di bank konvensional dengan bunga 0,5% per tahun, hasilnya cuma sekitar Rp250 ribu. Pindahkan nominal yang sama ke bank digital dengan bunga 5-6%, dan hasilnya bisa tembus Rp2,5 hingga Rp3 juta per tahun — bahkan sebelum dihitung compounding harian.
Selisih itu bukan angka main-main. Tapi sayangnya, masih banyak yang ragu pindah ke bank digital karena takut soal keamanan, bingung pilih platform, atau terjebak mitos yang beredar di media sosial.
Nah, artikel ini membahas daftar bank digital dengan bunga tertinggi di 2026, termasuk risiko yang jarang dibahas, mitos soal penjaminan LPS, dan cara memilih platform yang benar-benar aman. Semua berdasarkan data terbaru dari OJK dan LPS per awal 2026.
Kenapa Bunga Bank Digital Bisa Jauh Lebih Tinggi?
Pertanyaan ini wajar dan sering muncul. Logikanya sederhana — bank digital tidak punya kantor cabang fisik, tidak bayar sewa gedung, tidak butuh teller, dan tidak cetak buku tabungan.
Seluruh operasional berjalan lewat aplikasi mobile. Efisiensi biaya operasional inilah yang “dikembalikan” ke nasabah dalam bentuk bunga lebih tinggi.
Jadi, bunga tinggi bukan berarti bank tersebut nekat atau tidak aman. Itu murni model bisnis yang lebih efisien dibanding perbankan tradisional.
Daftar Bank Digital Bunga Tertinggi 2026
Berikut perbandingan bunga tabungan dan deposito dari beberapa bank digital populer yang sudah terdaftar dan diawasi OJK per awal 2026.
| Bank Digital | Bunga Tabungan (p.a.) | Bunga Deposito (p.a.) | Biaya Admin | Ekosistem |
|---|---|---|---|---|
| SeaBank | Hingga 6% | Hingga 7% | Gratis | Shopee |
| Neo Commerce (BNC) | 6–8% (promo) | Hingga 8% | Gratis | Akulaku |
| Bank Jago | 4–5% | Hingga 7% | Gratis | GoPay, Bibit |
| Blu by BCA Digital | 3–4% | Hingga 6,9% | Gratis | BCA |
| Jenius (BTPN) | 4–6% | Hingga 6% | Gratis | Visa Internasional |
| Motion Banking (MNC) | ~3% | Hingga 7,5% | Gratis | MNC Group |
| Allo Bank | 3–5% (tiering) | Hingga 6,5% | Gratis | CT Corp, Transmart |
| Digibank (DBS) | 3–4% | Hingga 6,8% | Gratis | DBS Group |
| Bank Saqu | 3–5% (Saku Booster) | Hingga 6% | Gratis | Solopreneur |
| LINE Bank | 3–4% | Hingga 6% | Gratis | LINE, Hana Bank |
Data bunga di atas bersifat indikatif per awal 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank. Pastikan untuk mengecek langsung di aplikasi resmi setiap platform.
Yang perlu diperhatikan: angka bunga yang tertera, terutama di kisaran 6-8%, sering kali merupakan bunga promosi dengan syarat tertentu. Bagian ini akan dibahas lebih detail di bawah.
Mitos: “Semua Bunga Tinggi Dijamin LPS” — Faktanya Tidak Selalu
Klaim bahwa semua simpanan di bank digital otomatis aman karena dijamin LPS itu tidak sepenuhnya akurat. Ada syarat yang harus dipenuhi agar simpanan benar-benar terlindungi.
Berdasarkan data dari LPS per Januari 2026, Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah di bank umum ditetapkan sebesar 3,50% per tahun. Ketentuan ini berlaku mulai 1 Februari hingga 31 Mei 2026.
Artinya begini — jika sebuah bank digital menawarkan bunga tabungan 6% atau lebih, maka bunga tersebut sudah melampaui batas TBP LPS. Simpanan tetap dijamin selama memenuhi syarat, tapi ada beberapa kondisi yang wajib dipahami.
Berikut syarat agar simpanan dijamin LPS:
- Simpanan maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank
- Suku bunga tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS yang berlaku
- Nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank
- Dana tercatat dalam pembukuan bank
| Kondisi | Status Penjaminan LPS |
|---|---|
| Bunga tabungan ≤ 3,50% & saldo ≤ Rp2 M | ✅ Dijamin penuh |
| Bunga tabungan > 3,50% (promo) & saldo ≤ Rp2 M | ⚠️ Potensi tidak dijamin jika melebihi TBP |
| Saldo > Rp2 M di satu bank | ❌ Kelebihan tidak dijamin |
Jadi, bukan berarti bank digital itu tidak aman. Tapi penting untuk memahami bahwa penjaminan LPS itu bersyarat, bukan otomatis berlaku untuk semua jenis bunga.
Risiko Tersembunyi: Bunga Promo vs Bunga Konsisten
Ini bagian yang jarang dibahas tapi krusial. Banyak bank digital menawarkan bunga tinggi sebagai strategi akuisisi nasabah baru — istilahnya “bakar uang” untuk menumbuhkan basis pengguna.
Masalahnya, bunga promo itu tidak permanen. Setelah periode promosi berakhir atau target likuiditas tercapai, bunga bisa turun drastis tanpa pemberitahuan yang mencolok.
Berikut cara membedakan keduanya:
| Aspek | Bunga Promo | Bunga Konsisten |
|---|---|---|
| Durasi | 1–3 bulan, bisa diperpanjang | Berlaku sepanjang tahun |
| Besaran | 6–8% (di atas rata-rata pasar) | 3–5% (sesuai pasar) |
| Syarat khusus | Nasabah baru, saldo minimum, kupon | Berlaku untuk semua nasabah |
| Risiko | Bisa turun sewaktu-waktu | Relatif stabil |
Singkatnya, jangan langsung tergiur angka besar. Perhatikan apakah bunga itu berlaku jangka panjang atau hanya iming-iming sesaat.
Beberapa tanda bunga promo yang perlu diwaspadai:
- Ada batas waktu promosi yang tercantum di syarat & ketentuan
- Hanya berlaku untuk nasabah baru atau top-up pertama
- Membutuhkan “kupon” atau “experience coupon” untuk aktivasi
- Bunga berbeda di setiap tier saldo
Pajak Bunga Tabungan: Hitungan yang Sering Dilupakan
Satu hal yang sering terlewat — bunga tabungan itu kena pajak. Berdasarkan peraturan perpajakan di Indonesia, penghasilan bunga dikenakan PPh Final sebesar 20% untuk total saldo tabungan di atas Rp7,5 juta.
Jadi, jika sebuah bank digital menawarkan bunga 6% per tahun, net return setelah pajak sebenarnya adalah 4,8%. Angka ini tetap jauh lebih tinggi dari bank konvensional, tapi penting untuk menghitung return bersih, bukan sekadar tergiur angka bruto.
| Skenario | Bunga Bruto (p.a.) | PPh 20% | Net Return (p.a.) |
|---|---|---|---|
| Bank Konvensional | 0,5% | 0,1% | 0,4% |
| Bank Digital (moderat) | 4% | 0,8% | 3,2% |
| Bank Digital (tinggi) | 6% | 1,2% | 4,8% |
Pajak ini dipotong langsung oleh bank, jadi tidak perlu lapor terpisah. Tapi memahami net return membantu dalam membandingkan platform secara lebih realistis.
Cara Cek Legalitas Bank Digital di OJK

Sebelum menyimpan dana di bank digital manapun, satu langkah wajib: verifikasi legalitasnya. Bank digital yang legal harus terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menjadi peserta penjaminan LPS.
Proses pengecekan ini cukup mudah dan bisa dilakukan dalam hitungan menit.
- Buka situs resmi OJK di ojk.go.id
- Akses menu “Daftar Lembaga Jasa Keuangan”
- Pilih kategori “Bank Umum” atau “Bank Digital”
- Cari nama bank yang ingin diverifikasi
- Pastikan statusnya “Terdaftar dan Diawasi”
Alternatif lain, hubungi langsung kontak OJK untuk konfirmasi:
- Telepon: 157 (Kontak OJK)
- WhatsApp: 081-157-157-157
- Email: [email protected]
Dilansir dari OJK.go.id, seluruh bank digital yang beroperasi di Indonesia wajib memenuhi kewajiban modal inti minimum dan standar keamanan siber sesuai regulasi terbaru 2026. Regulasi ini termasuk kepatuhan terhadap UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang sudah sepenuhnya berlaku.
Fitur Unggulan yang Membedakan Setiap Bank Digital
Bunga tinggi bukan satu-satunya pertimbangan. Fitur tambahan juga menentukan kenyamanan dan efektivitas pengelolaan keuangan.
Berikut beberapa fitur unggulan dari bank digital populer:
- Bank Jago — Fitur “Kantong” untuk memisahkan alokasi dana per tujuan, integrasi langsung dengan GoPay dan Bibit untuk investasi reksa dana
- SeaBank — Bunga cair harian langsung ke saldo utama, integrasi mulus dengan Shopee, gratis transfer antar bank hingga 100x per bulan
- Blu by BCA — Akses ke jaringan ATM BCA untuk tarik tunai tanpa kartu, fitur bluSaving dan split bill
- Jenius — Kartu debit Visa internasional, fitur Maxi Saver untuk deposito fleksibel, Dream Saver untuk target tabungan
- Neo Commerce (BNC) — Gamifikasi dengan kupon bunga tambahan, bunga tabungan cair harian
- Allo Bank — Diskon langsung di merchant CT Corp seperti Transmart dan Coffee Bean, sistem poin belanja
Pilihan yang tepat tergantung pada kebiasaan finansial dan ekosistem digital yang paling sering digunakan sehari-hari. Jika sering belanja di Shopee, SeaBank jelas lebih menguntungkan. Jika lebih aktif di Gojek, Bank Jago bisa jadi pilihan strategis.
Strategi Hybrid: Gabungkan Bank Konvensional + Bank Digital
Satu pendekatan yang semakin populer di kalangan nasabah melek finansial adalah strategi hybrid — menggabungkan kelebihan bank konvensional dan bank digital sekaligus.
Logikanya cukup sederhana. Bank konvensional tetap dibutuhkan untuk kebutuhan tertentu yang belum bisa sepenuhnya digantikan oleh platform digital.
Berikut pembagian yang bisa diterapkan:
| Kebutuhan | Platform | Alasan |
|---|---|---|
| Gaji & transaksi harian | Bank konvensional | Akses ATM luas, payroll perusahaan |
| Dana darurat & tabungan | Bank digital | Bunga lebih tinggi, bebas admin |
| Deposito jangka pendek | Bank digital | Return lebih kompetitif |
| KPR, pinjaman besar | Bank konvensional | Layanan kredit lebih lengkap |
| Belanja online & cashback | Bank digital | Integrasi e-commerce langsung |
Tips tambahan — pertimbangkan untuk menyebar dana simpanan ke 2-3 bank digital yang berbeda. Selain untuk mengejar promo bunga terbaik dari masing-masing platform, strategi ini juga memastikan setiap rekening tetap dalam batas penjaminan LPS Rp2 miliar.
Tips Agar Tabungan di Bank Digital Lebih Optimal
Sekadar buka rekening dan setor dana belum cukup. Ada beberapa langkah tambahan yang bisa memaksimalkan return dari bank digital.
- Aktifkan fitur auto-save — Menabung otomatis setiap bulan membantu konsistensi sekaligus memenuhi syarat bunga tier tertinggi di beberapa platform
- Manfaatkan kantong/saku terpisah — Pisahkan dana berdasarkan tujuan agar tidak tercampur dan bunga bisa berjalan optimal
- Pantau perubahan bunga secara berkala — Bunga bisa berubah tanpa notifikasi besar, jadi rutin cek aplikasi minimal sebulan sekali
- Gunakan deposito digital untuk dana idle — Dana yang tidak dipakai dalam waktu dekat sebaiknya masuk deposito digital dengan tenor pendek untuk return lebih tinggi
- Hindari saldo di atas Rp2 miliar di satu bank — Pecah ke beberapa bank agar seluruh dana tetap dalam cakupan penjaminan LPS
Penutup
Memilih bank digital bukan sekadar soal mengejar angka bunga tertinggi. Faktor keamanan, legalitas OJK, batas penjaminan LPS, dan konsistensi bunga jangka panjang sama pentingnya — bahkan lebih penting.
Semoga informasi ini membantu dalam mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di 2026. Terima kasih sudah membaca, dan semoga langkah keuangan ke depannya makin berkah dan menguntungkan.