Beranda » Teknologi » Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan Online 2026

Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan Online 2026

Masa depan layanan kesehatan digital semakin terintegrasi, termasuk kemudahan dalam mengelola administrasi BPJS Kesehatan. Pertanyaan yang sering muncul adalah, bagaimana cara memastikan pembayaran iuran tetap lancar dan terhindar dari denda di tahun 2026 mendatang? Apakah metode pengecekan tagihan akan tetap sama, ataukah ada inovasi baru yang perlu diketahui para peserta? Memahami mekanisme ini menjadi krusial untuk menjaga status kepesertaan tetap aktif dan dapat menikmati fasilitas kesehatan tanpa hambatan. Oleh karena itu, simak penjelasan lengkap dari Hepicar.co.id mengenai panduan cek tagihan BPJS Kesehatan secara online di tahun 2026.

Evolusi Layanan Digital BPJS Kesehatan Hingga 2026

BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, termasuk dalam aspek digitalisasi. Sejak awal peluncurannya, berbagai platform telah dikembangkan untuk memudahkan peserta mengakses informasi dan melakukan transaksi. Transformasi ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi, tetapi juga untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Kilas Balik Digitalisasi BPJS Kesehatan

Perjalanan digitalisasi BPJS Kesehatan dimulai dengan peluncuran situs web resmi dan aplikasi mobile. Pada awalnya, fitur yang tersedia mungkin terbatas pada pengecekan status kepesertaan dan informasi dasar. Namun, seiring waktu, fitur-fitur tersebut terus diperkaya, termasuk kemampuan untuk cek tagihan, riwayat pembayaran, hingga perubahan data peserta secara online. Perkembangan teknologi, seperti peningkatan kecepatan internet dan penetrasi smartphone yang masif, menjadi katalisator utama dalam percepatan digitalisasi ini.

Prediksi Inovasi Layanan di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, diprediksi akan ada lebih banyak inovasi dalam layanan digital BPJS Kesehatan. Integrasi dengan platform fintech dan e-commerce mungkin akan semakin mendalam, memungkinkan pembayaran iuran yang lebih fleksibel. Selain itu, penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) bisa saja diterapkan untuk personalisasi layanan, seperti notifikasi tagihan yang lebih cerdas atau rekomendasi fasilitas kesehatan terdekat. Aspek keamanan data juga akan menjadi prioritas utama, dengan penerapan teknologi enkripsi yang lebih canggih untuk melindungi informasi pribadi peserta.

Metode Pengecekan Tagihan BPJS Kesehatan Online di Tahun 2026

Pada tahun 2026, peserta BPJS Kesehatan akan memiliki beberapa opsi untuk mengecek tagihan iuran secara online. Berbagai kanal ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas, menyesuaikan dengan preferensi serta aksesibilitas teknologi masing-masing peserta. Memahami setiap metode akan membantu peserta memilih cara yang paling efisien.

Melalui Aplikasi Mobile JKN

Aplikasi Mobile JKN diproyeksikan tetap menjadi kanal utama dan paling komprehensif untuk mengelola kepesertaan BPJS Kesehatan. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur, mulai dari pengecekan tagihan, riwayat pembayaran, perubahan data, hingga konsultasi dokter secara online.

Untuk mengecek tagihan melalui Mobile JKN di tahun 2026, langkah-langkahnya diperkirakan akan serupa dengan prosedur yang ada saat ini, namun dengan antarmuka yang mungkin lebih intuitif dan responsif. Pertama, peserta perlu mengunduh dan menginstal aplikasi Mobile JKN dari toko aplikasi resmi (Google Play Store atau Apple App Store). Setelah itu, lakukan pendaftaran atau login menggunakan NIK/Nomor Kartu BPJS Kesehatan dan kata sandi yang telah dibuat. Pada halaman utama, biasanya akan terdapat menu atau widget khusus untuk "Info Tagihan" atau "Pembayaran Iuran". Dengan mengetuk menu tersebut, rincian tagihan bulanan akan langsung ditampilkan, termasuk status pembayaran dan tanggal jatuh tempo.

Melalui Situs Web Resmi BPJS Kesehatan

Situs web resmi BPJS Kesehatan (www.bpjs-kesehatan.go.id) juga akan tetap menjadi pilihan valid untuk mengecek tagihan. Metode ini cocok bagi peserta yang lebih nyaman menggunakan perangkat komputer atau laptop. Situs web ini menyediakan informasi yang lengkap dan fitur yang serupa dengan aplikasi Mobile JKN, namun dalam tampilan yang lebih luas.

Baca Juga :  Kode Redeem FF 7 Mei 2026 Sudah Bisa Diklaim, Jangan Sampai Kehabisan!

Proses pengecekan tagihan melalui situs web dimulai dengan mengunjungi alamat resmi BPJS Kesehatan. Kemudian, cari menu "Cek Tagihan" atau "Informasi Peserta" yang biasanya terletak di bagian navigasi utama. Peserta akan diminta memasukkan nomor kartu BPJS Kesehatan atau NIK, serta tanggal lahir. Setelah verifikasi data, rincian tagihan akan muncul di layar. Fitur ini juga seringkali dilengkapi dengan opsi untuk mengunduh atau mencetak rincian tagihan sebagai bukti.

Melalui Mitra Pembayaran Digital (E-commerce dan Fintech)

Seiring dengan perkembangan ekosistem digital, integrasi BPJS Kesehatan dengan berbagai mitra pembayaran digital seperti e-commerce dan fintech diprediksi akan semakin kuat di tahun 2026. Platform-platform ini tidak hanya memfasilitasi pembayaran, tetapi juga seringkali menyediakan fitur pengecekan tagihan.

Platform Mitra Keterangan Fitur Potensi Keunggulan
Aplikasi E-commerce (Tokopedia, Shopee, dll.) Menu khusus “BPJS Kesehatan” untuk cek dan bayar tagihan. Kemudahan dalam satu aplikasi, promo pembayaran.
Aplikasi Fintech (OVO, GoPay, Dana, dll.) Fitur “BPJS Kesehatan” di bagian pembayaran tagihan. Integrasi dengan ekosistem pembayaran digital, notifikasi otomatis.
Perbankan Digital (Mobile Banking) Menu “Pembayaran BPJS” di aplikasi mobile banking. Keamanan transaksi terjamin, laporan keuangan terintegrasi.

Untuk menggunakan metode ini, peserta cukup membuka aplikasi mitra pembayaran yang digunakan, mencari menu pembayaran BPJS Kesehatan, lalu memasukkan nomor kartu BPJS Kesehatan atau NIK. Sistem akan secara otomatis menampilkan jumlah tagihan yang harus dibayarkan. Keunggulan dari metode ini adalah seringkali adanya promo atau cashback yang ditawarkan oleh platform mitra, serta kemudahan dalam melakukan pembayaran langsung setelah pengecekan.

Pentingnya Rutin Mengecek Tagihan BPJS Kesehatan

Mengecek tagihan BPJS Kesehatan secara rutin bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah keharusan yang memiliki dampak signifikan terhadap kelancaran kepesertaan dan akses terhadap layanan kesehatan. Keterlambatan atau kegagalan pembayaran dapat berujung pada sanksi yang merugikan peserta.

Menghindari Denda dan Sanksi Administratif

Salah satu alasan utama mengapa pengecekan tagihan rutin itu penting adalah untuk menghindari denda keterlambatan. Berdasarkan regulasi yang berlaku, peserta BPJS Kesehatan yang menunggak iuran akan dikenakan denda. Denda ini biasanya dihitung berdasarkan persentase tertentu dari total iuran yang tertunggak, dan dapat terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Selain denda, status kepesertaan juga dapat dinonaktifkan jika terjadi penunggakan iuran dalam jangka waktu tertentu. Jika status kepesertaan tidak aktif, peserta tidak dapat menggunakan layanan kesehatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ini berarti, jika terjadi kondisi darurat atau membutuhkan perawatan medis, peserta harus menanggung biaya sendiri, yang tentu saja bisa sangat membebani finansial. Oleh karena itu, pengecekan rutin memastikan iuran selalu dibayar tepat waktu, menjaga status kepesertaan tetap aktif.

Memastikan Data Kepesertaan Akurat

Pengecekan tagihan juga merupakan kesempatan untuk memverifikasi keakuratan data kepesertaan. Terkadang, terdapat perubahan data yang mungkin belum tercatat dengan baik, atau adanya kesalahan administratif yang menyebabkan jumlah tagihan tidak sesuai. Dengan rutin mengecek, peserta dapat segera mengidentifikasi anomali tersebut dan melaporkannya kepada BPJS Kesehatan untuk perbaikan.

Misalnya, jika ada anggota keluarga yang sudah tidak menjadi tanggungan namun masih tercatat dalam tagihan, atau ada perubahan kelas perawatan yang belum terefleksi. Mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan ini sejak dini dapat mencegah pembayaran lebih atau kurang, serta memastikan bahwa data yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ini juga penting untuk menghindari masalah di kemudian hari saat membutuhkan layanan kesehatan.

Merencanakan Anggaran Keuangan Keluarga

Dengan mengetahui jumlah tagihan secara pasti dan jauh hari sebelum jatuh tempo, peserta dapat merencanakan anggaran keuangan keluarga dengan lebih baik. Iuran BPJS Kesehatan merupakan salah satu pos pengeluaran bulanan yang wajib dibayarkan. Dengan memiliki informasi ini, peserta dapat mengalokasikan dana yang cukup dan menghindari "kejutan" finansial di akhir bulan.

Perencanaan anggaran yang matang akan membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga dan memastikan bahwa kewajiban pembayaran iuran BPJS Kesehatan selalu terpenuhi. Ini juga memungkinkan peserta untuk mengantisipasi jika ada kenaikan iuran atau perubahan kebijakan lainnya yang mungkin terjadi di masa mendatang, sehingga dapat mempersiapkan diri secara finansial.

Langkah-langkah Praktis Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Setelah Cek Tagihan

Setelah berhasil mengecek tagihan dan mengetahui jumlah yang harus dibayarkan, langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran. Berbagai metode pembayaran online telah tersedia, menawarkan kemudahan dan efisiensi bagi peserta. Memilih metode yang paling sesuai dapat menghemat waktu dan tenaga.

Baca Juga :  Aplikasi Penghasil Saldo DANA Resmi 2026, Solusi Mudah untuk Pemula!

Pembayaran Melalui Aplikasi Mobile JKN

Aplikasi Mobile JKN tidak hanya untuk mengecek tagihan, tetapi juga memfasilitasi pembayaran secara langsung. Setelah melihat rincian tagihan, biasanya akan ada opsi "Bayar" atau "Lanjutkan Pembayaran".

  1. Pilih Metode Pembayaran: Aplikasi akan menawarkan beberapa pilihan metode pembayaran, seperti virtual account bank, kartu debit/kredit, atau dompet digital yang terintegrasi.
  2. Ikuti Instruksi Pembayaran: Setiap metode memiliki instruksi yang sedikit berbeda. Misalnya, jika memilih virtual account, peserta akan diberikan nomor virtual account yang dapat digunakan untuk transfer melalui mobile banking, ATM, atau internet banking.
  3. Konfirmasi Pembayaran: Setelah melakukan transfer, pastikan untuk kembali ke aplikasi Mobile JKN dan mengonfirmasi pembayaran jika diperlukan. Biasanya, sistem akan secara otomatis mendeteksi pembayaran dalam beberapa menit.
  4. Simpan Bukti Pembayaran: Meskipun tidak selalu diminta, menyimpan screenshot atau bukti pembayaran digital sangat disarankan sebagai arsip pribadi.

Pembayaran Melalui Mitra Pembayaran Digital

Metode ini sangat populer karena kemudahannya dan seringkali disertai dengan promo menarik. Setelah mengecek tagihan melalui aplikasi e-commerce atau fintech, peserta bisa langsung melanjutkan ke proses pembayaran.

  1. Pilih BPJS Kesehatan: Pada aplikasi mitra, pilih kategori "BPJS Kesehatan" atau "Pembayaran Tagihan".
  2. Masukkan Nomor Peserta: Masukkan nomor kartu BPJS Kesehatan atau NIK.
  3. Verifikasi Tagihan: Sistem akan menampilkan rincian tagihan. Pastikan jumlahnya sesuai.
  4. Pilih Metode Pembayaran: Pilih metode pembayaran yang tersedia, seperti saldo dompet digital, transfer bank, atau kartu kredit/debit.
  5. Selesaikan Transaksi: Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran. Beberapa aplikasi mungkin memerlukan PIN atau otentikasi biometrik.
  6. Cek Status Pembayaran: Setelah pembayaran berhasil, status tagihan di aplikasi Mobile JKN atau situs web BPJS Kesehatan akan berubah menjadi lunas dalam waktu singkat.

Pembayaran Melalui Mobile Banking atau Internet Banking

Hampir semua bank di Indonesia telah menyediakan fitur pembayaran BPJS Kesehatan melalui layanan mobile banking atau internet banking mereka. Metode ini dianggap aman dan nyaman, terutama bagi nasabah yang rutin menggunakan layanan perbankan digital.

  1. Login ke Aplikasi Bank: Buka aplikasi mobile banking atau internet banking Anda.
  2. Pilih Menu Pembayaran: Cari menu "Pembayaran" atau "Bayar Tagihan", lalu pilih "BPJS Kesehatan".
  3. Pilih Jenis BPJS: Pilih "BPJS Kesehatan (Perorangan)" atau "BPJS Kesehatan (Badan Usaha)" sesuai dengan jenis kepesertaan.
  4. Masukkan Nomor Peserta: Masukkan nomor kartu BPJS Kesehatan atau NIK.
  5. Verifikasi Tagihan: Sistem akan menampilkan jumlah tagihan. Konfirmasi bahwa data sudah benar.
  6. Lakukan Pembayaran: Masukkan PIN transaksi atau otentikasi lainnya untuk menyelesaikan pembayaran.
  7. Simpan Bukti Transaksi: Bukti transaksi digital biasanya dapat diunduh atau di-screenshot dari aplikasi bank.

Penting untuk selalu memastikan koneksi internet stabil saat melakukan transaksi online dan memeriksa kembali semua detail sebelum mengonfirmasi pembayaran untuk menghindari kesalahan.

Waspada Penipuan dan Keamanan Data di Era Digital 2026

Di tengah kemudahan layanan digital, risiko penipuan dan kebocoran data juga turut meningkat. Peserta BPJS Kesehatan harus selalu waspada dan menerapkan langkah-langkah keamanan untuk melindungi informasi pribadi dan finansial mereka, terutama di tahun 2026 ketika teknologi semakin canggih.

Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Penipu seringkali memanfaatkan kelengahan atau ketidaktahuan peserta dengan berbagai modus operandi. Salah satu modus yang umum adalah pengiriman pesan singkat (SMS) atau email palsu yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Pesan tersebut seringkali berisi tautan (link) yang mengarahkan ke situs web palsu (phishing) atau meminta data pribadi seperti nomor kartu, NIK, atau PIN.

Modus lainnya adalah tawaran bantuan pembayaran iuran dengan iming-iming diskon besar atau hadiah, namun pada akhirnya meminta data sensitif atau bahkan sejumlah uang yang tidak wajar. Dilansir dari laporan keamanan siber tahunan, skema phishing dan social engineering masih menjadi ancaman dominan yang menargetkan pengguna layanan publik digital. BPJS Kesehatan tidak pernah meminta data pribadi melalui SMS atau email yang tidak terenkripsi. Selalu pastikan untuk mengakses informasi dan melakukan transaksi hanya melalui kanal resmi.

Tips Menjaga Keamanan Data Pribadi

Menjaga keamanan data pribadi adalah tanggung jawab bersama. Peserta dapat mengambil beberapa langkah proaktif untuk melindungi diri dari ancaman siber:

  • Gunakan Aplikasi Resmi: Selalu unduh aplikasi Mobile JKN dari toko aplikasi resmi (Google Play Store atau Apple App Store). Hindari mengunduh dari sumber yang tidak dikenal.
  • Verifikasi Situs Web: Saat mengakses situs web BPJS Kesehatan, pastikan alamat URL-nya benar (www.bpjs-kesehatan.go.id) dan memiliki ikon gembok di bilah alamat, menunjukkan koneksi yang aman (HTTPS).
  • Waspada Tautan Mencurigakan: Jangan pernah mengklik tautan yang dikirim melalui SMS atau email dari pengirim yang tidak dikenal atau mencurigakan, terutama jika meminta data pribadi.
  • Gunakan Kata Sandi Kuat: Buat kata sandi yang kuat dan unik untuk akun BPJS Kesehatan dan aplikasi perbankan Anda. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.
  • Aktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA): Jika tersedia, aktifkan fitur 2FA untuk lapisan keamanan tambahan pada akun Anda.
  • Perbarui Aplikasi dan Sistem Operasi: Pastikan aplikasi Mobile JKN dan sistem operasi perangkat Anda selalu diperbarui ke versi terbaru untuk mendapatkan perlindungan keamanan terkini.
  • Jangan Bagikan Data Pribadi: Jangan pernah membagikan nomor kartu BPJS Kesehatan, NIK, tanggal lahir, atau informasi sensitif lainnya kepada pihak yang tidak berwenang.
Baca Juga :  Aplikasi Penghasil Uang dari Ketik Captcha, Segini Hasilnya

Kontak Layanan Resmi BPJS Kesehatan

Jika peserta menemukan aktivitas mencurigakan atau membutuhkan bantuan terkait BPJS Kesehatan, sangat penting untuk menghubungi kanal resmi. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, pusat panggilan dan media sosial resmi merupakan saluran komunikasi yang paling efektif.

  • Care Center 165: Ini adalah layanan telepon 24 jam yang dapat dihubungi untuk segala pertanyaan atau keluhan.
  • Media Sosial Resmi: Akun media sosial resmi BPJS Kesehatan di platform seperti Twitter, Facebook, dan Instagram juga dapat digunakan untuk mendapatkan informasi dan bantuan. Pastikan akun tersebut memiliki tanda verifikasi.
  • Kantor Cabang BPJS Kesehatan: Untuk masalah yang memerlukan penanganan tatap muka atau verifikasi dokumen fisik, kunjungi kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat. Cari lokasi kantor cabang melalui Google Maps dengan mengetik "Kantor BPJS Kesehatan terdekat".

Selalu berhati-hati dan bijak dalam menggunakan layanan digital. Keamanan data adalah kunci untuk menikmati kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi.

Optimalisasi Manfaat BPJS Kesehatan di Masa Depan

Memahami cara cek tagihan dan membayar iuran secara online hanyalah langkah awal. Untuk benar-benar mengoptimalkan manfaat BPJS Kesehatan di tahun 2026 dan seterusnya, peserta perlu proaktif dalam memahami hak dan kewajiban mereka, serta memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan.

Memahami Hak dan Kewajiban Peserta

Setiap peserta BPJS Kesehatan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif sesuai dengan kelas perawatan yang dipilih, serta kewajiban untuk membayar iuran tepat waktu. Memahami regulasi terbaru mengenai cakupan layanan, prosedur rujukan, dan hak-hak pasien adalah esensial. Informasi ini biasanya tersedia lengkap di situs web resmi BPJS Kesehatan atau melalui aplikasi Mobile JKN. Mengerti hak dan kewajiban akan membantu peserta dalam mengakses layanan dengan lancar dan menghindari kesalahpahaman.

Memanfaatkan Fitur Unggulan Mobile JKN

Aplikasi Mobile JKN akan terus menjadi super app untuk peserta BPJS Kesehatan. Selain cek tagihan, manfaatkan fitur-fitur lain seperti:

  • Pendaftaran Pelayanan: Beberapa fasilitas kesehatan memungkinkan pendaftaran online melalui Mobile JKN, mengurangi waktu tunggu.
  • Konsultasi Dokter Online: Fitur ini sangat berguna untuk konsultasi awal atau kondisi non-darurat, menghemat waktu dan biaya perjalanan.
  • Perubahan Data Peserta: Ubah data seperti alamat, nomor telepon, atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tanpa perlu datang ke kantor cabang.
  • Informasi Fasilitas Kesehatan: Cari tahu lokasi fasilitas kesehatan terdekat, jam operasional, dan layanan yang tersedia.

Dengan memanfaatkan fitur-fitur ini secara maksimal, peserta dapat merasakan efisiensi dan kemudahan yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan di era digital.

Kesimpulan dan Harapan di Tahun 2026

Kemudahan cek tagihan BPJS Kesehatan secara online di tahun 2026 akan menjadi cerminan dari komitmen BPJS Kesehatan dalam memberikan layanan terbaik bagi pesertanya. Berbagai kanal digital, mulai dari aplikasi Mobile JKN, situs web resmi, hingga integrasi dengan mitra pembayaran digital, akan terus berevolusi untuk memastikan setiap peserta dapat mengelola kepesertaannya dengan mudah, aman, dan efisien. Rutinitas pengecekan tagihan dan pembayaran iuran tepat waktu adalah kunci untuk menjaga status kepesertaan tetap aktif, menghindari denda, dan memastikan akses terhadap layanan kesehatan yang vital.

Masa depan layanan BPJS Kesehatan digital diharapkan akan semakin personal, responsif, dan terintegrasi, memberikan pengalaman yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Penting bagi setiap peserta untuk terus beradaptasi dengan inovasi teknologi, sekaligus selalu waspada terhadap potensi penipuan. Dengan demikian, manfaat jaminan kesehatan nasional dapat dirasakan secara optimal, mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera. Perlu diingat bahwa setiap informasi dan kebijakan dapat berubah seiring waktu, oleh karena itu selalu rujuk pada sumber resmi BPJS Kesehatan untuk data terbaru.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah ada biaya tambahan untuk cek tagihan BPJS Kesehatan secara online?

Tidak ada biaya tambahan yang dikenakan untuk mengecek tagihan BPJS Kesehatan secara online melalui aplikasi Mobile JKN, situs web resmi BPJS Kesehatan, maupun melalui mitra pembayaran digital. Layanan pengecekan tagihan ini gratis.

Bagaimana jika saya menemukan perbedaan jumlah tagihan saat cek online?

Jika terdapat perbedaan jumlah tagihan, segera hubungi Care Center BPJS Kesehatan di nomor 165 atau kunjungi kantor cabang terdekat. Sampaikan detail perbedaan yang ditemukan agar dapat dilakukan verifikasi dan perbaikan data jika memang terjadi kesalahan.

Apakah saya bisa membayar tagihan BPJS Kesehatan yang sudah lewat jatuh tempo secara online?

Ya, tagihan BPJS Kesehatan yang sudah lewat jatuh tempo (menunggak) dapat dibayarkan secara online melalui kanal yang sama, seperti aplikasi Mobile JKN, mitra pembayaran digital, atau mobile banking. Namun, perlu diingat bahwa iuran yang tertunggak akan dikenakan denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar status pembayaran terupdate setelah saya membayar online?

Biasanya, status pembayaran akan terupdate dalam hitungan menit hingga maksimal 1×24 jam setelah pembayaran berhasil dilakukan. Namun, waktu update bisa bervariasi tergantung pada sistem mitra pembayaran dan BPJS Kesehatan. Jika status belum berubah setelah 1×24 jam, segera hubungi Care Center BPJS Kesehatan dengan menyertakan bukti pembayaran.

Apakah saya akan mendapatkan notifikasi tagihan BPJS Kesehatan setiap bulannya?

Peserta BPJS Kesehatan dapat mengaktifkan fitur notifikasi tagihan melalui aplikasi Mobile JKN. Selain itu, beberapa mitra pembayaran digital juga menyediakan fitur notifikasi untuk mengingatkan peserta akan jatuh tempo pembayaran iuran BPJS Kesehatan.