Beranda » Hiburan » Panduan Lengkap Login Portal Coretax: Transaksi Pajak Jadi Lebih Mudah dan Praktis!

Panduan Lengkap Login Portal Coretax: Transaksi Pajak Jadi Lebih Mudah dan Praktis!

Pajak merupakan salah satu kewajiban fundamental bagi setiap wajib pajak, baik individu maupun badan usaha. Administrasi pajak yang efektif dan efisien menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas keuangan negara sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat. Di era digital ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus berinovasi, salah satunya melalui pengembangan Portal Coretax. Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan berbagai proses transaksi perpajakan, mulai dari pelaporan, pembayaran, hingga pengelolaan data wajib pajak. Namun, kemudahan ini seringkali diiringi dengan pertanyaan seputar tata cara akses dan penggunaan. Bagaimana wajib pajak dapat memanfaatkan Portal Coretax secara optimal? Apa saja fitur unggulan yang ditawarkan? Simak penjelasan lengkap dari hepicar.co.id untuk panduan komprehensif ini.

Memahami Esensi Portal Coretax: Transformasi Perpajakan Digital

Portal Coretax, atau yang lebih dikenal sebagai Sistem Inti Administrasi Perpajakan (SIAP), merupakan proyek modernisasi DJP yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh sistem administrasi perpajakan di Indonesia. Inisiatif ini bukan sekadar perubahan platform, melainkan sebuah transformasi fundamental yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi dalam pengelolaan pajak. Dengan adanya Portal Coretax, wajib pajak akan merasakan pengalaman yang lebih terpadu dan minim birokrasi, sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan layanan publik yang prima.

Latar Belakang dan Tujuan Pengembangan Coretax

Pengembangan Coretax dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk menggantikan sistem administrasi pajak yang sudah ada sebelumnya, yang dinilai kurang terintegrasi dan memiliki keterbatasan dalam mengakomodasi perkembangan teknologi serta regulasi perpajakan yang dinamis. Sistem lama, yang terdiri dari berbagai aplikasi terpisah, seringkali menimbulkan kendala interoperabilitas dan redundansi data. Oleh karena itu, DJP meluncurkan Coretax dengan tujuan utama menciptakan satu sistem terpadu yang dapat menangani seluruh siklus perpajakan, mulai dari pendaftaran, pengelolaan data wajib pajak, pelaporan, pembayaran, hingga penagihan dan keberatan.

Tujuan spesifik dari Coretax mencakup peningkatan kepatuhan wajib pajak melalui kemudahan akses dan layanan, optimalisasi penerimaan negara dengan sistem yang lebih akurat dan efisien, serta peningkatan kualitas data perpajakan yang mendukung analisis kebijakan. Proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi praktik korupsi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pajak. Dilansir dari laporan DJP, implementasi Coretax diproyeksikan dapat meningkatkan rasio kepatuhan wajib pajak hingga 5-10% dalam beberapa tahun ke depan.

Keunggulan dan Manfaat bagi Wajib Pajak

Coretax menawarkan berbagai keunggulan yang secara langsung bermanfaat bagi wajib pajak. Salah satunya adalah integrasi data yang komprehensif. Seluruh informasi perpajakan wajib pajak akan tersimpan dalam satu sistem, sehingga tidak perlu lagi mengisi data berulang kali untuk berbagai jenis transaksi. Hal ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi risiko kesalahan input data.

Manfaat lainnya adalah kemudahan akses. Wajib pajak dapat mengakses berbagai layanan perpajakan kapan saja dan di mana saja melalui portal daring, tanpa perlu datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Fitur-fitur interaktif seperti simulasi perhitungan pajak, notifikasi jatuh tempo, dan riwayat transaksi, akan membantu wajib pajak dalam mengelola kewajiban pajaknya dengan lebih proaktif. Berdasarkan survei internal, 75% wajib pajak menyatakan bahwa kemudahan akses merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan mereka.

Persiapan Sebelum Login: Memastikan Kelancaran Akses

Sebelum dapat menikmati kemudahan yang ditawarkan Portal Coretax, terdapat beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan. Persiapan ini mencakup pemenuhan persyaratan teknis dan administratif, yang akan memastikan proses login berjalan lancar tanpa hambatan. Kelalaian dalam persiapan dapat menyebabkan penundaan atau bahkan kegagalan akses, sehingga penting untuk memperhatikan setiap detailnya.

Baca Juga :  Game Penghasil Uang Tanpa Deposit 2026: Mana yang Aman, Mana yang Jebakan?

Persyaratan Akun dan EFIN

Langkah pertama adalah memastikan wajib pajak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang aktif. NPWP adalah identitas utama dalam setiap transaksi perpajakan. Selanjutnya, Electronic Filing Identification Number (EFIN) juga menjadi kunci penting. EFIN adalah nomor identifikasi yang diterbitkan oleh DJP kepada wajib pajak untuk melakukan transaksi elektronik dengan DJP, termasuk login ke Portal Coretax. Jika belum memiliki EFIN, wajib pajak dapat mengajukan permohonan secara daring melalui situs web DJP atau datang langsung ke KPP terdekat dengan membawa dokumen identitas yang diperlukan.

Penting untuk menjaga kerahasiaan EFIN, karena nomor ini berfungsi sebagai “tanda tangan digital” wajib pajak. Apabila EFIN lupa atau terblokir, wajib pajak dapat mengajukan permohonan aktivasi ulang melalui layanan daring yang disediakan atau menghubungi Kring Pajak. Proses verifikasi biasanya melibatkan pertanyaan keamanan untuk memastikan identitas pemohon.

Perangkat dan Koneksi Internet

Untuk mengakses Portal Coretax, wajib pajak memerlukan perangkat yang terhubung ke internet, seperti komputer pribadi, laptop, atau perangkat seluler. Pastikan perangkat tersebut memiliki peramban web (browser) yang terbaru dan mendukung standar keamanan yang berlaku, seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, atau Microsoft Edge. Penggunaan browser yang usang dapat menyebabkan masalah kompatibilitas atau kerentanan keamanan.

Koneksi internet yang stabil juga sangat krusial. Proses pengisian data, pengunggahan dokumen, dan pengiriman laporan pajak membutuhkan koneksi yang memadai untuk menghindari gangguan atau kehilangan data di tengah jalan. Sebaiknya hindari menggunakan koneksi Wi-Fi publik yang tidak aman saat melakukan transaksi perpajakan yang bersifat sensitif. Pastikan juga sistem operasi perangkat selalu diperbarui untuk mendapatkan fitur keamanan terbaru.

Panduan Langkah Demi Langkah: Proses Login Portal Coretax

Proses login ke Portal Coretax dirancang agar intuitif dan mudah diikuti. Dengan mengikuti setiap langkah secara cermat, wajib pajak dapat mengakses dashboard pribadi mereka dan mulai memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia. Panduan ini akan memecah proses login menjadi beberapa tahapan yang jelas.

Akses Halaman Login Resmi

Langkah pertama adalah membuka peramban web dan mengetikkan alamat situs resmi Portal Coretax yang disediakan oleh DJP. Penting untuk memastikan bahwa alamat yang dikunjungi adalah situs resmi untuk menghindari penipuan atau phising. DJP akan secara berkala mengumumkan alamat resmi ini melalui kanal komunikasi mereka. Setelah halaman terbuka, wajib pajak akan melihat tampilan antarmuka login yang meminta informasi kredensial.

Pastikan untuk memeriksa ikon gembok di bilah alamat peramban untuk memverifikasi bahwa koneksi aman (HTTPS). Hindari mengklik tautan login dari sumber yang tidak terpercaya atau email yang mencurigakan, karena hal ini dapat membahayakan keamanan akun.

Memasukkan NPWP dan Kata Sandi

Pada halaman login, wajib pajak akan diminta untuk memasukkan NPWP dan kata sandi yang telah didaftarkan. NPWP harus dimasukkan tanpa tanda baca (titik atau strip). Kata sandi adalah kombinasi karakter yang wajib pajak buat saat pertama kali mendaftar akun atau saat melakukan reset kata sandi. Perhatikan sensitivitas huruf besar dan kecil (case-sensitivity) pada kata sandi.

Jika lupa kata sandi, terdapat opsi “Lupa Kata Sandi?” yang dapat diklik. Proses ini biasanya akan mengarahkan wajib pajak untuk memasukkan EFIN dan alamat email terdaftar untuk mengatur ulang kata sandi. Ikuti instruksi yang diberikan dengan seksama. Setelah semua kolom terisi, klik tombol “Login” atau “Masuk”.

Verifikasi Keamanan Tambahan (Jika Ada)

Sebagai lapisan keamanan tambahan, Portal Coretax mungkin menerapkan sistem verifikasi dua faktor (Two-Factor Authentication/2FA) atau CAPTCHA. Verifikasi dua faktor biasanya melibatkan pengiriman kode unik ke nomor telepon seluler atau alamat email terdaftar wajib pajak, yang kemudian harus dimasukkan pada kolom yang tersedia. CAPTCHA adalah tes sederhana yang dirancang untuk membedakan pengguna manusia dari bot otomatis.

Tahapan Login Detail Aksi Keterangan Penting
1. Akses Portal Resmi Ketik URL resmi Coretax di browser. Pastikan URL benar dan ada ikon gembok (HTTPS).
2. Input Kredensial Masukkan NPWP (tanpa tanda baca) dan Kata Sandi. Perhatikan *case-sensitivity* kata sandi. Gunakan opsi “Lupa Kata Sandi” jika perlu.
3. Verifikasi Keamanan Isi CAPTCHA atau kode 2FA (jika diminta). Cek SMS/Email untuk kode 2FA.
4. Selesai Berhasil masuk ke dashboard Coretax. Segera lakukan logout setelah selesai bertransaksi.

Penyelesaian langkah verifikasi ini akan mengarahkan wajib pajak ke dashboard utama Portal Coretax, di mana berbagai fitur dan layanan perpajakan dapat diakses. Proses ini memastikan bahwa hanya wajib pajak yang berhak yang dapat mengakses informasi dan melakukan transaksi perpajakan.

Fitur Unggulan Portal Coretax: Memaksimalkan Kemudahan Transaksi Pajak

Setelah berhasil login, wajib pajak akan disambut dengan antarmuka yang user-friendly dan berbagai fitur canggih yang dirancang untuk mempermudah transaksi pajak. Fitur-fitur ini mencakup pelaporan SPT, pembayaran pajak, pengelolaan profil, hingga layanan konsultasi. Memahami dan memanfaatkan setiap fitur akan sangat membantu wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya secara efisien.

Baca Juga :  Unlock FF Beta Com Apk 2026 — Fakta, Risiko, dan Cara Aman Akses Advance Server Garena

Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Online

Salah satu fitur inti dari Portal Coretax adalah kemampuan untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) secara daring. Wajib pajak tidak perlu lagi datang ke KPP atau mengirimkan dokumen fisik. Proses pelaporan SPT menjadi lebih cepat dan akurat. Sistem akan memandu wajib pajak melalui setiap tahapan pengisian SPT, mulai dari pemilihan jenis SPT, pengisian data penghasilan, hingga perhitungan pajak terutang.

  • E-Filing: Untuk SPT Tahunan Orang Pribadi dan Badan, serta beberapa jenis SPT Masa.
  • E-Form: Untuk SPT Tahunan yang membutuhkan lampiran lebih kompleks atau wajib pajak yang memiliki koneksi internet tidak stabil, dapat diisi secara offline dan diunggah kemudian.
  • Validasi Otomatis: Sistem akan secara otomatis memeriksa kelengkapan dan kebenaran data yang diinput, mengurangi risiko kesalahan.

Setelah SPT berhasil dilaporkan, wajib pajak akan menerima bukti penerimaan elektronik (BPE) yang sah secara hukum.

Pembayaran Pajak (E-Billing dan E-Payment)

Portal Coretax juga terintegrasi dengan sistem pembayaran pajak elektronik (e-billing dan e-payment). Wajib pajak dapat membuat kode billing secara langsung dari portal, yang kemudian dapat digunakan untuk membayar pajak melalui berbagai saluran pembayaran seperti bank, kantor pos, atau platform pembayaran digital. Proses ini sangat efisien karena menghilangkan kebutuhan untuk mengisi formulir pembayaran manual.

Kode billing yang dihasilkan memiliki masa berlaku tertentu, sehingga wajib pajak perlu segera melakukan pembayaran setelah kode billing dibuat. Sistem akan secara otomatis mencatat pembayaran yang berhasil dan memperbarui status kewajiban pajak wajib pajak. Ini mengurangi potensi keterlambatan pembayaran dan denda yang tidak perlu.

Pengelolaan Profil dan Data Wajib Pajak

Fitur pengelolaan profil memungkinkan wajib pajak untuk melihat dan memperbarui data pribadi mereka yang terdaftar di DJP. Informasi seperti alamat, nomor telepon, atau alamat email dapat diubah melalui portal, memastikan bahwa data yang dimiliki DJP selalu akurat dan terkini. Ini penting untuk penerimaan notifikasi atau korespondensi resmi dari DJP.

Selain itu, wajib pajak juga dapat melihat riwayat transaksi perpajakan mereka, termasuk SPT yang telah dilaporkan, pembayaran pajak yang telah dilakukan, serta status permohonan atau keberatan yang sedang diproses. Transparansi informasi ini memberdayakan wajib pajak untuk memantau status kewajiban mereka secara mandiri.

Keamanan Data dan Pencegahan Penipuan di Portal Coretax

Keamanan data merupakan prioritas utama dalam pengembangan Portal Coretax. DJP telah mengimplementasikan berbagai protokol keamanan canggih untuk melindungi informasi sensitif wajib pajak. Namun, upaya keamanan ini juga harus didukung oleh kesadaran dan kehati-hatian wajib pajak dalam menggunakan platform digital.

Protokol Keamanan yang Diterapkan DJP

DJP menggunakan enkripsi data standar industri untuk melindungi transmisi informasi antara perangkat wajib pajak dan server Coretax. Ini memastikan bahwa data yang dikirimkan tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berwenang. Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan firewall dan sistem deteksi intrusi untuk mencegah akses tidak sah. Audit keamanan rutin juga dilakukan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki potensi kerentanan.

Seluruh data wajib pajak disimpan di pusat data yang aman dan terlindungi, dengan akses terbatas dan pengawasan ketat. DJP juga mematuhi peraturan perlindungan data pribadi yang berlaku, memastikan bahwa informasi wajib pajak tidak disalahgunakan atau dibocorkan.

Tips Menjaga Keamanan Akun Wajib Pajak

Meskipun DJP telah menerapkan keamanan yang ketat, peran wajib pajak dalam menjaga keamanan akun sangat penting. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:

  • Gunakan Kata Sandi Kuat: Buat kata sandi yang kompleks, kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari menggunakan informasi pribadi yang mudah ditebak.
  • Aktifkan Verifikasi Dua Faktor: Jika tersedia, aktifkan fitur 2FA untuk menambahkan lapisan keamanan ekstra.
  • Jangan Bagikan Kredensial: Jangan pernah membagikan NPWP, EFIN, atau kata sandi kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas pajak.
  • Waspada Phishing: Selalu periksa URL situs web sebelum login. DJP tidak akan pernah meminta informasi sensitif melalui email atau SMS yang tidak jelas sumbernya.
  • Logout Setelah Selesai: Selalu lakukan logout dari akun Coretax setelah selesai menggunakan layanan, terutama jika menggunakan komputer publik.
  • Perbarui Perangkat Lunak: Pastikan sistem operasi dan peramban web selalu diperbarui untuk mendapatkan patch keamanan terbaru.

Mengenali Modus Penipuan dan Cara Melapor

Wajib pajak perlu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan DJP. Modus umum meliputi:

  • Email Phishing: Mengirimkan email palsu yang menyerupai email resmi DJP, meminta wajib pajak untuk mengklik tautan berbahaya atau memasukkan kredensial login.
  • SMS Penipuan: Mengirimkan SMS yang berisi informasi palsu tentang tunggakan pajak atau hadiah, dengan tujuan memancing korban untuk mentransfer uang atau memberikan informasi pribadi.
  • Panggilan Telepon Palsu: Pihak yang mengaku petugas pajak dan meminta transfer uang atau data sensitif.
Baca Juga :  Cepat Viral di TikTok: Panduan Jitu Zaramatkan Akunmu!

Jika wajib pajak mencurigai adanya penipuan, segera laporkan ke Kring Pajak di 1500200 atau melalui saluran pengaduan resmi DJP. Jangan pernah memberikan informasi pribadi atau melakukan transfer uang berdasarkan permintaan yang mencurigakan. DJP tidak akan pernah meminta pembayaran melalui transfer pribadi atau meminta informasi kredensial melalui telepon atau email.

Layanan Bantuan dan Dukungan Teknis Portal Coretax

Meskipun Portal Coretax dirancang untuk kemudahan, tidak menutup kemungkinan wajib pajak akan menghadapi kendala teknis atau memiliki pertanyaan seputar penggunaan. DJP menyediakan berbagai saluran bantuan dan dukungan teknis untuk memastikan setiap wajib pajak dapat menggunakan sistem ini dengan optimal.

Saluran Kontak Resmi DJP

Untuk pertanyaan atau kendala terkait Portal Coretax, wajib pajak dapat menghubungi DJP melalui beberapa saluran resmi:

  • Kring Pajak 1500200: Layanan telepon yang tersedia pada jam kerja untuk konsultasi perpajakan dan bantuan teknis.
  • Email: Melalui alamat email resmi yang disediakan oleh DJP, biasanya tercantum di situs web resmi.
  • Media Sosial Resmi: DJP memiliki akun media sosial resmi yang seringkali menjadi sarana untuk memberikan informasi dan menjawab pertanyaan umum.
  • KPP Terdekat: Untuk masalah yang lebih kompleks atau membutuhkan verifikasi langsung, kunjungan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dapat menjadi solusi.

Pastikan untuk hanya menggunakan saluran kontak resmi DJP untuk menghindari penipuan.

Sumber Daya dan Panduan Penggunaan Online

DJP juga menyediakan berbagai sumber daya dan panduan penggunaan secara daring yang dapat diakses kapan saja. Ini termasuk:

  • FAQ (Frequently Asked Questions): Bagian di situs web DJP yang berisi jawaban atas pertanyaan umum seputar Coretax dan perpajakan.
  • Video Tutorial: Video panduan langkah demi langkah untuk berbagai fitur, seperti cara lapor SPT atau membuat kode billing.
  • Buku Panduan/Petunjuk Teknis: Dokumen PDF yang berisi penjelasan detail mengenai penggunaan sistem.

Memanfaatkan sumber daya ini dapat membantu wajib pajak menyelesaikan masalah secara mandiri atau mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang fitur-fitur Coretax.

Masa Depan Perpajakan dengan Coretax: Inovasi Berkelanjutan

Implementasi Portal Coretax adalah langkah awal menuju ekosistem perpajakan yang lebih modern dan terintegrasi di Indonesia. DJP berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan sistem ini, menghadirkan inovasi berkelanjutan yang akan semakin mempermudah wajib pajak dan meningkatkan efisiensi administrasi pajak secara keseluruhan.

Pengembangan Fitur dan Integrasi Lanjutan

DJP terus merencanakan pengembangan fitur-fitur baru dan integrasi lanjutan dengan sistem lain. Ini mungkin termasuk integrasi dengan sistem pemerintah lainnya untuk pertukaran data yang lebih mulus, pengembangan aplikasi seluler yang lebih komprehensif, atau penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk analisis data dan personalisasi layanan.

Misalnya, ke depannya Coretax dapat terintegrasi lebih dalam dengan sistem perbankan untuk pembayaran otomatis atau dengan sistem e-commerce untuk pelaporan transaksi yang lebih efisien. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem perpajakan yang cerdas, proaktif, dan minim intervensi manual.

Dampak Positif Terhadap Kepatuhan dan Penerimaan Negara

Dengan semakin matangnya Portal Coretax, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam tingkat kepatuhan wajib pajak. Kemudahan akses, transparansi informasi, dan efisiensi proses akan mendorong lebih banyak wajib pajak untuk memenuhi kewajiban mereka secara tepat waktu. Peningkatan kepatuhan ini secara langsung akan berdampak positif pada penerimaan negara, yang pada akhirnya akan digunakan untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Coretax bukan hanya tentang teknologi, melainkan tentang membangun kepercayaan dan kemitraan antara DJP dan wajib pajak. Dengan sistem yang transparan dan mudah diakses, diharapkan masyarakat akan semakin merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kewajiban perpajakannya.

Melalui artikel ini, diharapkan wajib pajak mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai Portal Coretax, mulai dari proses login hingga fitur-fitur unggulannya. Transformasi digital ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk menghadirkan layanan perpajakan yang lebih baik, mudah, dan efisien. Meskipun data dan informasi yang disajikan telah diupayakan seakurat mungkin, perlu diingat bahwa kebijakan dan sistem dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, selalu rujuk pada informasi resmi dari Direktorat Jenderal Pajak untuk mendapatkan data terkini dan terverifikasi. Dengan memanfaatkan Portal Coretax secara optimal, transaksi pajak tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga pengalaman yang lebih mudah dan praktis.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Portal Coretax dan mengapa penting bagi wajib pajak?

Portal Coretax adalah sistem inti administrasi perpajakan baru dari DJP yang mengintegrasikan seluruh layanan pajak secara digital. Penting karena menyederhanakan proses pelaporan, pembayaran, dan pengelolaan data pajak, sehingga transaksi pajak menjadi lebih mudah, efisien, dan transparan bagi wajib pajak.

Bagaimana cara mendapatkan EFIN untuk login ke Portal Coretax?

Wajib pajak dapat mengajukan permohonan EFIN secara daring melalui situs web DJP atau datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dengan membawa KTP/Paspor (untuk WNA) dan NPWP. Setelah permohonan disetujui, EFIN akan diberikan.

Apa yang harus dilakukan jika lupa kata sandi atau EFIN terblokir?

Jika lupa kata sandi, gunakan opsi “Lupa Kata Sandi?” pada halaman login dan ikuti instruksi untuk reset kata sandi menggunakan EFIN dan email terdaftar. Jika EFIN terblokir, hubungi Kring Pajak di 1500200 atau ajukan permohonan aktivasi ulang melalui saluran resmi DJP.

Apakah aman melakukan transaksi pajak di Portal Coretax?

Ya, DJP telah menerapkan protokol keamanan canggih seperti enkripsi data, firewall, dan sistem deteksi intrusi untuk melindungi informasi wajib pajak. Namun, wajib pajak juga harus berperan aktif dengan menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan verifikasi dua faktor, dan berhati-hati terhadap modus penipuan.

Fitur utama apa saja yang bisa dimanfaatkan di Portal Coretax?

Fitur utama meliputi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) secara online (e-filing/e-form), pembayaran pajak melalui sistem e-billing dan e-payment, serta pengelolaan profil dan data wajib pajak. Wajib pajak juga dapat melihat riwayat transaksi dan status permohonan.